Dalam amanatnya, Dr. H. Noor Rosyadi memberikan pesan menohok bagi para aktivis kampus yang baru dilantik. Beliau menegaskan bahwa organisasi bukan sekadar tentang struktur, melainkan aksi nyata.
“Segera adakan rapat untuk menyusun rancangan program kerja. Saya juga mendorong kalian untuk melakukan studi banding dengan organisasi mahasiswa di perguruan tinggi lain. Tujuannya jelas, agar program kerja yang disusun maksimal, adaptif, dan berwawasan luas,” tegas Rektor dalam sambutannya.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Di sisi lain, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Eli Erfandi, S.M., M.A.k., memberikan catatan terkait UKM Futsal yang belum bisa ikut dilantik. Penundaan ini disebabkan oleh proses penyusunan pengurus yang masih dalam tahap finalisasi.
Meski demikian, apresiasi tinggi datang dari Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), M. Rafifza. Ia menyebut keberhasilan pelantikan ini adalah buah dari kerja keras kolektif.
“Alhamdulillah, proses panjang mulai dari pencalonan, debat kandidat yang sengit, hingga kelengkapan administrasi telah berjalan lancar. Hari ini adalah awal pembuktian bagi teman-teman semua,” ujar Rafifza.
Pertanyaan besar kini tertuju pada para pengurus yang baru dilantik: Sejauh mana mereka mampu menerjemahkan visi kampus menjadi program kerja yang inovatif?















