Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
BeritaDAERAH

SAFARI LANSIA PAROKI KATEDRAL TIGA RAJA: TUJUH SABDA PENUH MAKNA

×

SAFARI LANSIA PAROKI KATEDRAL TIGA RAJA: TUJUH SABDA PENUH MAKNA

Sebarkan artikel ini

Pater Amandus lebih banyak berbicara tentang sukacita yang ia alami. Menurutnya, perhatian umat terhadap kebutuhan hidup dan kesehatannya menjadi tanda kasih yang mendalam. Ia juga bersyukur karena Bapa Uskup menempatkan Pater Beny di paroki tersebut untuk meneruskan estafet pelayanan. Satu hal yang sedikit mengecewakan baginya adalah kenyataan bahwa usia membuatnya tidak lagi selincah ketika memulai pelayanan di paroki itu pada tahun 2004.

Adapun Pater Yohanes bersyukur karena masih diberi kesehatan, senang berdoa, dan merasakan kasih dari banyak orang. Ia menyampaikan keprihatinannya ketika melihat sebagian anak muda kehilangan arah hidup serta beberapa lansia yang masih bergulat dengan kecemasan. Kerinduannya sederhana: STSM – Semakin Tua Semakin Manis.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menutup sesi dialog, Pater Beny mengajak umat untuk bersyukur atas kehadiran para lansia. “Mereka adalah sumber karunia kebijaksanaan dan iman. Kita pantas menghormati mereka, meneladan kesetiaan mereka, dan meneruskan perjuangan mereka,” ujarnya.

Dalam Ekaristi tersebut, Pater Amandus juga membagikan “Tujuh Sabda untuk Lansia” yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri. Ketujuh pesan itu adalah: tetap aktif bergerak, memperhatikan pola makan, menjaga berat badan ideal, tidur yang berkualitas, mengelola stres, merawat hubungan sosial, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ia menekankan prinsip sederhana: “Lebih baik menjaga daripada menunggu masalah muncul.”





error: