Bank Dunia mencatat, dalam satu dekade terakhir Indonesia mengalami de-industrialisasi dini. Banyak pekerja yang semula berada di sektor manufaktur kini bergeser ke sektor jasa informal — seperti ojek daring, perdagangan kecil, hingga layanan berbasis aplikasi.
“Contohnya di Indonesia, kita melihat peningkatan besar tenaga kerja informal di sektor jasa,” ujar Aaditya Mattoo.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi struktural ekonomi Indonesia belum berjalan optimal. Alih-alih memperkuat sektor industri dan manufaktur, pertumbuhan justru bergeser ke arah aktivitas jasa dengan produktivitas rendah.
Dampak bagi Kelas Menengah dan Pertumbuhan Ekonomi
Bank Dunia memperingatkan bahwa semakin banyak masyarakat bekerja di sektor informal berarti semakin besar pula risiko kerentanan sosial ekonomi.
“Banyak individu di kawasan ini bekerja di sektor informal atau dengan produktivitas rendah. Kelompok masyarakat yang rentan jatuh miskin kini lebih besar daripada kelas menengah di sebagian besar negara,” tulis laporan tersebut.













