“Saya senang Anda berhasil menyamai rekor ini, memang harus Anda,” ujar Ronaldo dalam percakapan tersebut.
Tak berhenti di situ, Ronaldo memberikan tantangan yang membakar semangat Mbappé: “Tahun depan, Anda akan melampaui saya.” Kalimat singkat ini dianggap sebagai “restu suci” bagi Mbappé untuk terus memimpin lini depan Los Blancos menuju era keemasan baru.
Hubungan antara keduanya telah bertransformasi. Jika dulu Mbappé hanya memiliki poster Ronaldo di dinding kamarnya, kini ia memiliki nomor telepon sang legenda di daftar kontak utamanya. Ronaldo dilaporkan aktif membantu Mbappé beradaptasi dengan tekanan masif di Madrid—sesuatu yang hanya dipahami oleh segelintir pemain di dunia.
Dalam sesi wawancara usai laga, Mbappé tak mampu menyembunyikan rasa bangganya: “Merupakan suatu kehormatan untuk meniru Cristiano, pemain terbaik dalam sejarah klub ini. Dia selalu baik kepada saya, selalu berbicara tentang bagaimana cara beradaptasi di sini. Sekarang dia adalah teman saya, dan selebrasi tadi sepenuhnya untuk dia,” pungkas Mbappé.
Dengan 59 gol di kantong dan restu dari sang legenda, target Mbappé di tahun 2026 sudah jelas. Bukan hanya tentang memecahkan rekor angka milik Ronaldo, tetapi juga tentang membawa trofi Liga Champions kembali ke lemari piala Real Madrid.
Dunia sepak bola kini menjadi saksi: takhta yang ditinggalkan Ronaldo tidak lagi kosong. Sang pewaris telah tiba, dan ia sedang berlari kencang menuju puncak sejarah.













