2. Membangun sistem perpajakan yang berkeadilan dan transparan, dengan pendekatan compliance by design — yang menekankan kemudahan dan kepercayaan, bukan sekadar penegakan hukum.
“Meningkatkan penerimaan negara tidak harus lewat tarif tinggi, tapi lewat sistem yang adil dan dipercaya publik,” tegasnya.
Momentum Pulihkan Optimisme Ekonomi
Dengan kombinasi penurunan PPN, pemulihan daya beli, dan formalisasi sektor ekonomi, Fakhrul memperkirakan ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh di atas 5,3% pada 2026.
Menurutnya, kebijakan ini dapat menjadi momentum penting untuk mengembalikan optimisme ekonomi domestik, terutama di tengah tekanan global dan lambatnya pertumbuhan kredit investasi.
“Kita tidak bisa menunggu investasi datang dengan sendirinya. Konsumsi rumah tangga harus kembali menjadi mesin utama pemulihan ekonomi,” tutup Fakhrul.













