
TURIN – Peta kekuatan kepemilikan sepak bola Italia terancam mengalami pergeseran seismik. Raksasa perusahaan kripto, Tether, secara resmi telah melayangkan proposal ambisius senilai 1,1 miliar euro (sekitar Rp20 triliun) kepada Exor untuk mengambil alih kepemilikan mayoritas klub raksasa Serie A, Juventus.
Langkah ini menjadi tantangan paling serius bagi Keluarga Agnelli yang telah menguasai “Si Nyonya Tua” selama lebih dari satu abad, tepatnya sejak era Edoardo Agnelli pada tahun 1920-an.
Detail Tawaran “Gila” Tether
Berdasarkan laporan dari Financial Times, Tether berniat membeli 65% saham Juventus yang saat ini dipegang oleh Exor, perusahaan induk keluarga Agnelli. Secara rinci, CEO Tether, Paolo Ardoino, menawarkan harga 2,66 euro per saham.
Angka ini jauh di atas harga pasar penutupan Jumat (12/12/2025) yang berada di level 2,19 euro. Dengan kapitalisasi pasar Juventus yang saat ini bernilai sekitar 925 juta euro, tawaran Tether memberikan premium yang sangat menggiurkan bagi Exor untuk segera melepas aset mereka.
Janji Investasi 1 Miliar Euro
Tidak hanya sekadar membeli saham, Tether menjanjikan transformasi besar-besaran untuk mengembalikan kejayaan Juventus yang meredup dalam lima tahun terakhir. Jika proses akuisisi berhasil, Ardoino berkomitmen mengucurkan dana segar sebesar 1 miliar euro (sekitar Rp17 triliun) langsung ke kas klub.

“Sejak awal, tujuan kami selalu mendukung tim dan mengembalikan klub ke masa kejayaan yang pantas didapatkannya,” tulis Paolo Ardoino dalam pernyataan resminya di media sosial. “Sebagai bagian dari komitmen kami, Tether akan menginvestasikan 1 miliar euro kepada klub.”
Dana fantastis tersebut diprediksi akan dialokasikan untuk perombakan skuat, menutupi kerugian finansial akibat kegagalan transfer sebelumnya, serta memperkuat infrastruktur klub.
Akhir dari Era Agnelli?
Tawaran ini datang di saat yang krusial. Di bawah kendali Exor, Juventus sedang mengalami masa sulit baik di dalam maupun di luar lapangan:
-
Kekeringan Gelar: Terakhir kali meraih Scudetto pada musim 2019-2020.
-
Dominasi Rival: Harus mengakui keunggulan Inter Milan, AC Milan, hingga Napoli dalam lima musim terakhir.
-
Krisis Finansial: Kegagalan strategi di bursa transfer yang menghabiskan ratusan juta euro tanpa hasil yang sepadan.
Paolo Ardoino sendiri bukan orang baru di lingkaran Juventus. Tether saat ini sudah memiliki kursi di dewan direksi melalui 11,53% saham atas nama Francesco Garino. Ardoino menegaskan bahwa motivasinya bukan sekadar bisnis, melainkan kedekatan emosional.
“Juventus selalu menjadi bagian dari kehidupan saya. Saya tumbuh bersama klub ini dan belajar arti daya tahan dengan menyaksikan Juventus menghadapi tantangan dengan harga diri,” tambah Ardoino.
Menunggu Jawaban Exor
Hingga saat ini, pihak Exor yang dipimpin oleh John Elkann belum memberikan jawaban resmi. Keputusan ini diyakini akan sangat berat; memilih antara mempertahankan warisan sejarah keluarga selama 100 tahun atau menerima suntikan dana masif yang bisa menyelamatkan masa depan finansial dan prestasi klub di kancah Eropa.
Jika kesepakatan ini terwujud, Juventus akan resmi memasuki era baru sebagai klub sepak bola pertama yang didukung secara penuh oleh kekuatan ekonomi aset digital global.








