Tak hanya Reuters, BBC International juga menurunkan laporan dengan judul “Over 1,000 children fall ill from free school lunches in Indonesia”. Media tersebut menyoroti gejala para korban—mulai dari sakit perut, mual, pusing hingga sesak napas—yang disebut tidak biasa untuk kasus keracunan makanan.
BBC menambahkan, penyebab keracunan sebelumnya diduga berasal dari kelalaian dalam pengolahan makanan, seperti penggunaan saus kedaluwarsa hingga menu ikan hiu goreng yang tidak layak konsumsi. Sementara pada kasus terbaru, menu yang dikonsumsi anak-anak meliputi ayam kecap, tahu goreng, sayuran, dan buah.
Laporan Independent bahkan menyoroti desakan sejumlah kelompok masyarakat sipil agar pemerintah menangguhkan program MBG. Tayangan televisi lokal memperlihatkan ruang perawatan rumah sakit dipenuhi anak-anak korban keracunan, sementara polisi dan petugas medis berjibaku membawa pasien dengan ambulans hingga truk.
Menurut Independent, organisasi lokal seperti CPI (Pusat Inisiatif Pengembangan Strategis Indonesia) menyebut data resmi hanyalah “puncak gunung es”, sementara Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPI) menilai program makan gratis “telah gagal” dalam implementasinya.













