
PEMALANG – DPRD Kabupaten Pemalang menggelar acara Media Gathering di Hotel Winner, Pemalang. Mengusung tema strategi perluasan informasi pembangunan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara jajaran eksekutif, legislatif, dan aparat penegak hukum dengan insan pers sebagai pilar keempat demokrasi.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, Sekretaris Daerah, unsur pimpinan DPRD, perwakilan Pengadilan, Kejaksaan Negeri, Polres Pemalang, serta puluhan jurnalis dari berbagai media yang bertugas di wilayah Kabupaten Pemalang.
Media Sebagai Agen Perubahan
Dalam laporannya, Drs. Mulyanto, M.A.P Sekretaris DPRD Kabupaten Pemalang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih cair antara pemerintah dan masyarakat melalui media.
”Kegiatan ini bukan hanya sekadar berkumpul, tapi menjadi wadah mencari aspirasi. Kami ingin menjadikan media sebagai rumah informasi yang sehat untuk mendukung pembangunan Pemalang di tahun 2025 dan seterusnya,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, narasumber dari lembaga legislatif menekankan bahwa dalam demokrasi modern, posisi media sangat strategis. Media memiliki tiga peran krusial: fungsi informasi untuk menyampaikan progres pembangunan, fungsi edukasi untuk mencerdaskan masyarakat, serta fungsi pengawas (social control) untuk menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah.
Pengawalan Hukum dan Kamtibmas
Kejaksaan Negeri Pemalang yang diwakili Akhmad Rafliansyah Pasra, S.H., M.H. oleh Kasi Intelijen menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan media, terutama dalam hal pengawalan proyek strategis daerah.

”Tahun 2025 kami melakukan pendampingan beberapa proyek strategis. Di sinilah peran media sangat penting untuk mempublikasikan prosesnya agar masyarakat tahu bahwa pembangunan di Pemalang berjalan dengan transparan dan bermanfaat,” ungkapnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Humas Polres Pemalang yang menekankan pentingnya silaturahmi untuk menjaga kondusivitas wilayah selama proses pembangunan berlangsung.
Pesan Bupati: Objektivitas dan Tantangan Karya Jurnalistik
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro dalam arahannya, memberikan apresiasi tinggi kepada para jurnalis yang selama ini menjadi jembatan informasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan sebesar apa pun tidak akan dirasakan maknanya tanpa publikasi yang baik.
”Media harus objektif. Jangan ada frame yang menyimpang dari kenyataan. Sampaikan prosesnya, hasilnya, hingga manfaatnya kepada masyarakat. Kami di pemerintah sangat terbuka terhadap kritik yang membangun,” tegas Bupati.
Menutup arahannya, Bupati Pemalang memberikan kejutan dengan menantang para insan media melalui Lomba Karya Jurnalistik Pembangunan Pemalang 2025. Lomba ini diharapkan dapat memacu semangat para wartawan untuk menghasilkan produk jurnalistik—baik tulisan, video, maupun infografis—yang mampu memotret kemajuan daerah secara komplit dan inspiratif.
”Silakan buat karya terbaik. Tim dari OPD akan menilai, dan penghargaan akan kita serahkan pada momentum Hari Jadi Kabupaten Pemalang mendatang,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan sesi diskusi dan ramah tamah, mempertegas komitmen semua pihak untuk menjaga semangat Guyub Rukun demi kemajuan Kabupaten Pemalang.







