Langkah itu memicu dugaan bahwa Yakovenko berusaha menghindari serangan dan protes dari komunitas kripto yang kecewa.
Profil resmi Yakovenko di X menyebut dirinya sebagai “Co-Founder of Solana Labs, award winning phone creator” dengan keterangan tambahan: “NFA, don’t trust me, mostly technical gibberish.”
Hingga kini, ia belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait peristiwa yang memicu kontroversi tersebut.
Ironisnya, pasca insiden itu, harga token $LOS milik AnalosFork sempat anjlok hingga -90 persen, namun kemudian melonjak kembali lebih dari 300 persen setelah komunitas kripto global menunjukkan dukungan terhadap tim tersebut.
Kenaikan harga dianggap sebagai bentuk “perlawanan” komunitas terhadap perilaku yang dianggap arogan dari pihak Solana.
Meski ramai diperbincangkan di X dan disertai ribuan interaksi, kasus ini disebut “underrated” karena tidak muncul di daftar Trending Topics global.
Namun, sejumlah akun besar seperti @MastrXYZ, @underc0verwhale, dan @GEM_DETECTER terus membagikan ulang potongan video acara
Product Pitch, mendorong publik agar menyoroti kembali etika kepemimpinan dan budaya profesional di dalam ekosistem Solana.
Hingga Rabu (29/10) siang waktu Indonesia, Solana Labs belum memberikan keterangan resmi.














