Konsep ini disebut mirip dengan program SiapKerja, namun berbeda dengan Kartu PraKerja. Bedanya, fokus program ini adalah memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja di perusahaan tanpa membebani biaya operasional perusahaan.
Dampak Ekonomi dan Pasar Tenaga Kerja
Program ini memiliki dua efek strategis. Pertama, membantu mengurangi pengangguran terdidik yang menurut data BPS jumlahnya masih relatif tinggi. Kedua, memberikan ruang bagi perusahaan untuk menambah tenaga kerja tanpa harus menanggung biaya langsung, sehingga efisiensi tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global.
Dari sisi fiskal, alokasi Rp198 miliar per tahun terlihat cukup moderat dibandingkan manfaat yang ditargetkan. Jika berhasil, program ini bisa menjadi model keberlanjutan untuk meningkatkan employability fresh graduate, sekaligus mengisi gap keterampilan yang sering menjadi kendala dalam rekrutmen tenaga kerja baru.













