
Pemalang, cminews.co.id – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pemalang kembali mengadakan acara Ziarah Aulia dan Ulama yang diikuti oleh 36 rombongan.
Acara ini berlangsung di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Pemalang, antara lain Kecamatan Pemalang, Taman, Ulujami, Ampelgading, Comal, Warungpring, Moga, dengan tujuan terakhir di Kecamatan Bantarbolang. Minggu (16/2/2025).
Ziarah Aulia dan Ulama ini merupakan kegiatan rutin yang digelar pertama kalinya setelah pandemi COVID-19. Acara ini juga bertepatan dengan Nisfu Sya’ban, yang dikenal sebagai momen penting dalam kalender Islam, sebagai bentuk pengingat akan jasa para ulama dan tokoh yang telah berjuang untuk perkembangan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pemalang.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 300 peserta yang terdiri dari pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (LESBUMI), Lembaga Dakwah PCNU (LDNU), serta Yayasan Keluarga Besar Trah Wisesa. Mereka berkumpul di kantor PCNU Pemalang sebagai titik awal untuk memulai rangkaian ziarah.


Ketua LESBUMI, Mbah Dastro, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa para ulama dan tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan NU di Kabupaten Pemalang.
“Para Aulia dan Ulama ini memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan dan perkembangan NU di Pemalang,” ungkap Mbah Dastro.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi ziarah ini telah dilakukan sejak awal berdirinya PCNU Pemalang, namun sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Dengan berakhirnya pandemi, kegiatan ini kembali digelar sebagai ziarah pertama setelah berlalunya masa sulit tersebut.
Selama kegiatan, peserta melakukan ziarah ke makam-makam ulama dan tokoh yang telah berjasa dalam mendirikan dan memperkuat NU, di antaranya adalah Syaikh Murtado, Mbah Nur Kalam, Kyai Mas Makmur, Kyai Abdul Jamil, Syaikh Maulana Samsudin, Mbah Tanding, Mbah Depok, Mbah Bantarosa, Mbah Pangeran Benowo, Kyai Zaenal Abidin, Kyai Mudhofar, serta beberapa ulama lainnya yang juga sangat dihormati.
Selain itu, tokoh-tokoh besar lainnya seperti KH. Mafrukhin, Kyai Abu Soim, Dasmari Saadi, Mbah KH. Dimyati bin H. Nasir Kedawung, KH. Abdus Syakur bin Zainal Abidin, dan Mbah Tunggul juga menjadi bagian dari perintis NU yang dihormati dalam kegiatan ini.
Salah satu tamu undangan, Wahludi, yang juga merupakan Ketua Yayasan Keluarga Besar Trah Wisesa (KBTW), mengungkapkan rasa terhormatnya dapat ikut serta dalam acara tersebut.
“Kami merasa sangat terhormat telah diundang dalam acara ini. Kegiatan seperti ini sangat positif.
Harapannya, ziarah ini dapat mengingatkan kita akan jasa para pejuang NU terdahulu, serta menjadi refleksi bagi generasi berikutnya, karena sesungguhnya masa depan manusia adalah kematian,” jelas Wahludi.
Dengan kegiatan ini, PCNU Pemalang berharap agar masyarakat semakin menghargai dan mengenang jasa-jasa para ulama dan tokoh NU, sekaligus menjadikan momentum ini untuk lebih mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas keimanan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. (QQ)








