Sebaliknya, saham yang paling banyak diborong:
BUMI: Rp150,1 miliar
RAJA: Rp113,8 miliar
Arus modal yang bergerak variatif ini menunjukkan bahwa investor global masih berhati-hati menghadapi keputusan The Fed yang tinggal menghitung hari.
Rupiah Stagnan, Dolar AS Masih Perkasa
Berbeda dengan IHSG, nilai tukar rupiah bergerak datar di posisi Rp16.655/US$. Meski sempat dibuka menguat ke Rp16.630, rupiah gagal mempertahankan momentumnya dan bergerak terbatas sepanjang hari.
Sentimen penggeraknya berasal dari:
Prospek pemangkasan suku bunga The Fed di Desember, yang kini probabilitasnya meningkat hingga 85%
Data ekonomi AS yang lebih lemah, mulai dari penjualan ritel hingga kepercayaan konsumen
Dolar AS rebound, membuat mata uang emerging markets sulit beranjak
Meski pasar semakin yakin The Fed akan mengambil jalur kebijakan yang lebih dovish di bawah potensi kepemimpinan baru, pelaku pasar global tetap memilih sikap wait and see.
Pasar Obligasi: Imbal Hasil 10 Tahun Naik
Imbal hasil obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun naik 0,53% ke level 6,1288%. Kenaikan yield menandakan investor sedang mengurangi kepemilikan SBN, sejalan dengan kewaspadaan menjelang pengumuman kebijakan moneter AS.













