“Pertemuan ini adalah kelanjutan dari upaya konkret kami bersama Ditjen SDA untuk memastikan solusi pengendalian banjir dan rob di Pekalongan berjalan dengan terencana dan berkelanjutan,” ujar Rizal Bawazier usai rapat.
Menurut Rizal, proyek penanganan ini akan fokus pada perbaikan sistem drainase, pengerukan sungai, serta peningkatan kapasitas aliran air agar lebih optimal menahan debit saat musim hujan. “InsyaAllah, penanganan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026,” tambahnya dengan optimis.
Dalam kesempatan itu, turut hadir perwakilan tenaga ahli dan pejabat teknis dari Kementerian PUPR. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap rencana tersebut, mengingat kawasan Pekalongan merupakan salah satu daerah rawan banjir yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal.

















