Pernyataan yang tersebar luas, “Wartawan sama LSM kucluk ora ngerti tapi sok tau, omongane janji njeplak,” (Wartawan dan LSM bodoh/tidak jelas tidak mengerti tapi sok tahu, ucapannya asal bicara – red.) dinilai sebagai bentuk arogansi kekuasaan yang mencederai etika komunikasi publik dan merendahkan peran konstitusional media serta LSM.
Reaksi Keras dari Kalangan Pers
Pernyataan tersebut sontak memancing amarah kalangan pers. Jurnalis menyoroti bahwa seorang aparatur pemerintahan di garda terdepan pelayanan masyarakat seharusnya menjunjung tinggi sikap inklusif, terbuka terhadap kritik, dan memahami bahwa jurnalis memiliki peran penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan transparan.
“Kalimat yang diucapkan oknum tersebut justru mencerminkan minimnya pemahaman terhadap etika komunikasi publik dan tanggung jawab moral seorang pejabat desa,” tegas salah satu perwakilan pers.
Sikap Resmi dari Pimpinan Redaksi CMI News
Menyikapi hal ini, pernyataan kontroversial tersebut juga mendapat reaksi keras dari Pimpinan Redaksi CMI News. Secara resmi, CMI News menyatakan sikap tegas:









