Ia menambahkan, pelaku usaha multifinance sebenarnya sudah berupaya menjemput bola dengan strategi agresif di lapangan, termasuk melalui promosi dan kemudahan kredit. Namun, respons masyarakat masih lesu.
“Kita lihat sendiri di mal atau showroom kendaraan, aktivitasnya belum ramai. Orang masih cenderung menunda pembelian kendaraan baru atau investasi konsumtif lainnya,” katanya.
Pasar Otomotif Lesu, Dampaknya Terasa di Multifinance
Lesunya penyaluran kredit multifinance tidak lepas dari melemahnya pasar otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil baru sepanjang Januari–September 2025 hanya mencapai 561.819 unit, turun 11,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (633.660 unit).
Penjualan ritel dari diler ke konsumen — juga turun 10,9% menjadi 585.917 unit, dari sebelumnya 657.448 unit pada 2024.













