“Yang paling penting adalah kami punya pelatih yang bagus, semua orang percaya padanya dan berada di belakangnya,” tambahnya. Jordi menilai dukungan ini sangat vital agar pelatih memiliki ruang gerak yang luas dalam menjalankan rencana jangka panjang tanpa terbebani tekanan jangka pendek yang berlebihan.
Menanggapi kegagalan di siklus sebelumnya, Jordi mengakui adanya rasa sedih di ruang ganti, terutama di kalangan pemain muda. Namun, ia melihat potensi besar dalam generasi saat ini yang bisa menjadi tulang punggung di tahun 2030.
“Kami punya banyak pemain yang masih sangat muda dan siap bermain. Jadi memang sedikit sedih bagi mereka karena belum bisa lolos (Piala Dunia 2026), tapi tidak apa-apa. Kami harus terus melangkah dan tetap maju,” tegasnya optimis.
Saat ini, PSSI memang tengah dalam proses menentukan pelatih baru yang akan memimpin transformasi Timnas Indonesia. Jordi berharap keputusan yang diambil federasi mampu memberikan arah yang jelas bagi pengembangan pemain berkelanjutan.
Dengan kombinasi pelatih yang tepat, dukungan menyeluruh dari suporter dan federasi, serta kematangan pemain muda yang terus diasah, Jordi percaya mimpi melihat Indonesia di panggung dunia pada 2030 bukanlah hal yang mustahil.











