Namun, tahun ini suasana pasar terlihat kurang ramai dan pedagang menghadapi tantangan untuk menjual stok mereka.
Sementara menurut Pelaksana Pasar Hewan Randudongkal Ifana ja’i, juga menganggap sepinya pasar hewan di sebabkan oleh ekonomi yang belum setabil serta banyaknya lapak dadakan penjual hewan kurban di hampir setiap kota, lebih lanjut menurut pengamatannya penjualan hewan di Pasar Hewan Randudongkal turun Hinga 30%, dari tahun yang lalu,
“Iya memang pengunjung sekaligus pembeli untuk tahun ini agak sepi, mungkin berkurang sekitar 30% dari tahun sebelumnya”, jelasnya singkat.
Diharapkan dengan berjalannya waktu dan perbaikan situasi ekonomi, pasar hewan ini akan kembali ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

















