Kebijakan ini bertujuan menyesuaikan volume produksi dengan fluktuasi harga internasional sehingga penerimaan negara tetap optimal dan kinerja perusahaan tambang lebih adaptif.
“Kalau harga bagus, negara akan mendapatkan pajak optimal, dan perusahaan juga meraih keuntungan yang lebih baik,” tegas Bahlil.
Pengelolaan Berkelanjutan
Bahlil juga menekankan pentingnya pengelolaan batu bara secara bijak, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lima tahun ke depan, tetapi juga untuk menjaga kelestarian sumber daya bagi generasi mendatang.
Target produksi batu bara nasional tahun ini sesuai RKAB yang telah disetujui adalah 739,7 juta ton, dengan prioritas pasokan domestik sebesar 239,7 juta ton dan sisanya untuk ekspor.

















