Dari sisi sektoral, mayoritas indeks bergerak di zona merah. Sektor energi dan barang baku menjadi pemberat utama akibat koreksi harga komoditas global. Sebaliknya, teknologi dan properti tampil sebagai penahan koreksi, seiring membaiknya minat investor terhadap saham-saham growth.
Sejumlah emiten berkapitalisasi besar (blue chips) terlihat memberikan tekanan pada indeks. Emiten seperti DSSA, BBRI, BBCA, AMMN, dan CUAN menjadi kontributor penurunan IHSG. Di sisi lain, saham-saham seperti DCII, MORA, BMRI, TLKM, dan BYAN mampu menahan koreksi lebih dalam.
Masih dalam Euforia Rekor IHSG













