Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Berita

Hujan Jakarta Tak Lagi Murni: BRIN Ungkap Kandungan Mikroplastik di Atmosfer Ibu Kota

×

Hujan Jakarta Tak Lagi Murni: BRIN Ungkap Kandungan Mikroplastik di Atmosfer Ibu Kota

Sebarkan artikel ini

Partikel ini tidak hanya mencemari air dan tanah, tapi juga berpotensi masuk ke tubuh manusia—baik melalui udara yang dihirup, air yang diminum, maupun makanan yang dikonsumsi. Mikroplastik juga membawa zat berbahaya seperti ftalat, bisfenol A (BPA), dan logam berat, serta mampu menyerap polutan dari asap kendaraan.

“Yang beracun bukan air hujannya, tapi partikel mikroplastik di dalamnya,” tegasnya.

Risiko Kesehatan dan Dampak Lingkungan

Sejumlah studi global menunjukkan bahwa paparan mikroplastik bisa memicu stres oksidatif, gangguan hormon, hingga kerusakan jaringan tubuh. Sementara di sisi lingkungan, hujan bermikroplastik dapat mencemari sungai dan laut, memperparah krisis plastik yang sudah ada, serta berpotensi masuk ke rantai makanan laut.

Jakarta, dengan lebih dari 10 juta penduduk dan sekitar 20 juta kendaraan bermotor, menjadi ladang subur bagi peningkatan emisi partikel plastik di udara. Aktivitas harian seperti pembakaran sampah terbuka dan penggunaan plastik sekali pakai memperparah situasi.

“Sampah plastik sekali pakai masih banyak, dan pengelolaannya belum ideal,” kata Reza. “Sebagian dibakar terbuka atau terbawa air hujan ke sungai.”

Solusi: Dari Kebijakan hingga Kesadaran Warga

BRIN mendorong upaya lintas sektor untuk menekan polusi mikroplastik. Rekomendasi utamanya antara lain:

























banner
error:
Verified by MonsterInsights