Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Berita

Harga Emas Tertahan: Dolar AS Perkasa, Ketegangan Dagang Mereda

×

Harga Emas Tertahan: Dolar AS Perkasa, Ketegangan Dagang Mereda

Sebarkan artikel ini

Cikarang, CMI News — Harga emas dunia bergerak stagnan pada perdagangan Selasa (29/7/2025), tetap bertahan di kisaran terendah dalam tiga pekan terakhir. Kombinasi penguatan dolar Amerika Serikat dan meredanya risiko geopolitik global menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Mengacu pada laporan Reuters, harga spot emas turun tipis 0,04% menjadi US$ 3.313,25 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru naik tipis 0,2% ke level US$ 3.317,50 per ons. Meski pergerakannya terbatas, harga emas sempat menyentuh titik terendah sejak 9 Juli pada sesi sebelumnya.

Menurut Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade, harga emas masih menarik bagi sebagian investor saat berada di kisaran US$ 3.300 atau lebih rendah. Namun dalam jangka pendek, tekanan terhadap logam mulia ini belum reda. โ€œDolar yang kuat dan membaiknya relasi dagang antarnegara menjadi penahan utama bagi momentum emas saat ini. Meski begitu, outlook jangka panjang tetap positif,โ€ jelasnya.

Dinamika Global: Ketegangan Surut, Emas Kehilangan Angin Segar

Salah satu pemicu utama pelemahan harga emas adalah membaiknya hubungan dagang antara negara-negara utama. Amerika Serikat dan Tiongkok, dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, baru saja menyelesaikan pertemuan tingkat tinggi di Stockholm, Swedia. Pertemuan maraton selama lebih dari lima jam tersebut menghasilkan perpanjangan gencatan senjata dagang selama tiga bulan ke depan.

Tak hanya itu, AS juga mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa terkait pengenaan tarif impor. Alih-alih menaikkan tarif secara agresif, kedua pihak sepakat menerapkan tarif sebesar 15%โ€”setengah dari rencana semula. Langkah ini dianggap pasar sebagai sinyal kuat bahwa risiko perang dagang global semakin mereda.

Kondisi tersebut membuat pasar lebih optimis terhadap pertumbuhan ekonomi global, namun sekaligus mengurangi minat terhadap emas yang biasanya diburu saat ketidakpastian meningkat.

Dolar AS Menguat, Tekan Harga Emas Lebih Dalam

Di sisi lain, penguatan indeks dolar AS juga menjadi faktor penekan harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang bertransaksi dengan mata uang lain, sehingga permintaan emas global cenderung melemah.

Saat ini, pelaku pasar tengah mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, mulai dari laporan inflasi, data ketenagakerjaan, hingga hasil pertemuan dua hari Federal Reserve yang dimulai hari ini. Konsensus sementara memperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya.

โ€œJika data ekonomi AS menunjukkan pelemahan atau komentar dari Presiden Trump kembali menekan The Fed untuk bersikap lebih longgar, maka emas berpotensi rebound,โ€ tambah Waterer.

Logam Mulia Lain Bergerak Bervariasi

Di tengah tekanan terhadap harga emas, logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan yang beragam. Harga perak turun 0,2% menjadi US$ 38,10 per ons. Platinum mencatat kenaikan 0,5% ke level US$ 1.396,35, sementara palladium melemah cukup tajam 1,2% ke posisi US$ 1.231,55 per ons.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights