Cikarang, CMI News – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kembali bergerak ke bawah pada perdagangan Rabu (6/8/2025), setelah sempat mencatat kenaikan tajam sehari sebelumnya.

Mengacu pada laman resmi Logam Mulia (logammulia.com), harga emas Antam ukuran 1 gram hari ini dibanderol sebesar Rp 1.950.000, turun Rp 9.000 dibanding harga penutupan perdagangan Selasa (5/8). Koreksi ini terjadi setelah harga emas sempat naik cukup signifikan sebesar Rp 13.000 pada perdagangan kemarin.

Penurunan ini menunjukkan bahwa volatilitas harga emas Antam masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Sebagai gambaran, pada akhir pekan lalu, harga sempat melonjak Rp 47.000 di hari Sabtu, kemudian terkoreksi Rp 2.000 pada Senin, naik Rp 13.000 di Selasa, dan kini kembali turun Rp 9.000.

Sementara itu, harga buyback (harga jual kembali oleh konsumen ke Antam) juga ikut terkoreksi Rp 9.000 menjadi Rp 1.796.000 per gram.

Tren Global: Harga Emas Dunia Masih Menguat

Meski harga emas Antam terkoreksi, situasi di pasar global justru menunjukkan tren yang berbeda. Harga emas dunia pada Selasa (5/8) tercatat naik 0,24% ke posisi US$ 3.380,73 per troy ounce. Ini menandai reli selama empat hari berturut-turut dengan akumulasi kenaikan mencapai 3,3%, sekaligus menjadi level tertinggi sejak 27 Juli 2025.

Memasuki perdagangan Rabu pagi (6/8), harga emas global di pasar spot terus menunjukkan penguatan meskipun terbatas, naik tipis 0,02% ke level US$ 3.381,79 per troy ounce (pukul 06.40 WIB).

Harga emas Antam yang tidak selalu selaras dengan pergerakan emas global mengindikasikan bahwa faktor lokal, seperti permintaan domestik, nilai tukar rupiah, serta dinamika pasokan dan distribusi, turut memengaruhi harga di pasar ritel dalam negeri.

Analis pasar menilai, volatilitas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menandakan pentingnya kehati-hatian bagi investor, terutama mereka yang memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap ketidakpastian ekonomi atau inflasi.