Lonjakan pasokan lokal membuat kedua negara mengurangi pembelian batu bara termal berkalori rendah dari Indonesia. Selain itu, harga global yang melemah membuat batu bara berkalori tinggi (high calorific value/CV) menjadi lebih kompetitif, sehingga menggeser permintaan dari jenis batu bara kualitas rendah.
Dinamika Permintaan di Asia
Data regional menunjukkan impor batu bara termal melalui jalur laut di Asia pada Juli 2025 merosot hampir 8% year-on-year. Meski permintaan dari Jepang dan Korea Selatan meningkat, volume tersebut belum mampu mengimbangi penurunan tajam dari China dan India yang kini fokus menguras stok domestik.


















