“Kami tentu mendukung program pemerintah ini. Namun, sebagai orang tua, kami berharap ada penjelasan terbuka mengenai anggaran per anak dan pembagiannya. Menu yang diterima terlihat masih sangat sederhana,” ujar Rizki, Kamis (12/3/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Bantarbolang, Rifki, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa anggaran yang turun merupakan “anggaran kotor” yang masih harus dibagi untuk biaya operasional dapur.













