JAKARTA – Pengguna ponsel Google Pixel kini memiliki “asisten pribadi” yang jauh lebih waspada terhadap tindak kriminal. Google secara resmi meluncurkan fitur Deteksi Penipuan (Scam Detection) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mampu mengenali suara penipu secara real-time saat panggilan berlangsung.

 

Tanda yang Harus Diwaspadai

Jika fitur ini aktif, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak apakah lawan bicaranya adalah petugas bank asli atau penipu. Saat sistem mendeteksi pola percakapan mencurigakan—seperti paksaan untuk mentransfer dana atau permintaan data rahasia karena alasan “akun dibobol”—ponsel akan memberikan peringatan keras.

Peringatan tersebut berupa notifikasi visual di layar yang berbunyi:

“Aktivitas mencurigakan terdeteksi untuk panggilan ini.”

Bersamaan dengan peringatan itu, Google menyediakan tombol mencolok bertuliskan “Akhiri Panggilan“. Jika tanda ini muncul, Google sangat menyarankan pengguna untuk segera memutus sambungan guna menghindari kerugian materiil.

 

Cara Kerja AI Gemini Nano

Teknologi di balik fitur ini bukanlah pemblokiran nomor biasa. Pada seri Pixel 9, fitur ini ditenagai oleh Gemini Nano, model AI tercanggih Google yang bekerja langsung di dalam perangkat. Sementara untuk pengguna Pixel 6 hingga Pixel 8a, fitur ini didukung oleh model pembelajaran mesin Google lainnya yang tak kalah tangguh.

Hebatnya, sistem ini tidak memerlukan koneksi internet untuk memproses suara. Google menjamin privasi pengguna tetap terjaga karena, Tidak ada audio yang direkam atau disimpan, Tidak ada transkripsi percakapan yang dikirim ke server Google, dan Seluruh proses analisis terjadi secara lokal di dalam ponsel.

 

Fitur perlindungan ini saat ini baru digulirkan bagi pengguna beta publik di wilayah Amerika Serikat. Namun, bagi Anda pengguna Pixel yang ingin bersiap-siap, fitur ini nantinya dapat ditemukan melalui menu Setelan di aplikasi Telepon Google > Deteksi Penipuan.

Secara bawaan (default), fitur ini dalam keadaan nonaktif. Google memberikan kontrol penuh kepada pengguna untuk menyalakan atau mematikannya kapan saja, termasuk saat panggilan sedang berlangsung.

Dengan hadirnya inovasi ini, Google berharap dapat menekan angka penipuan telepon yang kian canggih, sekaligus memberikan rasa aman ekstra bagi para penggunanya dari ancaman kejahatan siber yang terus berkembang.

 

Catatan Redaksi: Menjelaskan bahwa fitur ini masih dalam tahap beta dan memerlukan aktivasi manual.