Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Nasional

Geger Kampanye LGBT, Influencer Pemalang Resmi Dilaporkan ke Polisi oleh LDNU

×

Geger Kampanye LGBT, Influencer Pemalang Resmi Dilaporkan ke Polisi oleh LDNU

Sebarkan artikel ini

Pemalang – Seorang influencer asal Pemalang berinisial DW resmi dilaporkan ke Polres Pemalang atas dugaan kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) melalui media sosial. Laporan tersebut dilayangkan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pemalang pada Senin (7/7/2025) sore.

Ketua LDNU Pemalang, Masmuala Arifin, didampingi Wakil Ketua Akhsanul Arifin, datang langsung ke Mapolres untuk menyerahkan laporan resmi. Masmuala menegaskan, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas konten yang dianggap meresahkan masyarakat dan menyalahi norma agama serta sosial.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Laporan sudah kami sampaikan dan diterima oleh pihak Polres. Terkait pidananya akan ditindaklanjuti oleh kepolisian,” ujar Masmuala kepada awak media.

Menurutnya, kampanye LGBT yang dilakukan secara terbuka melalui media sosial telah menimbulkan keresahan publik dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat. LDNU menilai hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus ada langkah tegas serta preventif dari aparat penegak hukum.

“Kami dari ormas NU sangat menyayangkan dan mengutuk keras perilaku tersebut. Harapannya, ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali,” tegasnya.

Dalam pelaporan tersebut, tampak hadir dua anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Heru Kundhimiarso dan Azka Amanazar, yang memberikan dukungan dan pendampingan kepada LDNU.

“Kami mendampingi LDNU untuk menyampaikan laporan dugaan kampanye LGBT oleh influencer yang bersangkutan. Tentu proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian,” ujar Heru Kundhi.

Ia menambahkan, kampanye LGBT secara terang-terangan bukan hanya melanggar norma hukum, tapi juga norma agama dan sosial yang dianut masyarakat Pemalang.

“Harapan kami, pelaku menyadari kekeliruannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih luas,” pungkasnya.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights