Kenaikan harga paling mencolok terlihat pada Galaxy S26 Ultra. Varian tertinggi kini 16GB RAM/1TB penyimpanan dibanderol Rp32 juta, naik dari Rp29 juta pada generasi sebelumnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Amerika Serikat dan Korea Selatan, menandakan tekanan biaya produksi bersifat global.
Laporan Reuters menyebut lonjakan harga ini sebagai upaya Samsung menjaga keseimbangan margin bisnis mobile dan display, sementara divisi chip justru mencatat laba rekor.
“Kelangkaan chip memori akan terus memengaruhi harga smartphone premium untuk beberapa waktu. Produsen harus cermat menjaga margin tanpa kehilangan permintaan pasar,” kata Sohn In-joon, analis di Heungkuk Securities.













