
“Dalam Pemilu 2024 lalu, pemilih pemula dari Generasi Z (Gen Z) mencapai 40 persen dari total 29,7 juta pemilih di Jawa Tengah. Tantangan menuju Pemilu 2029 akan berlanjut dengan masuknya Generasi Alpha (Gen A), oleh karenanya kita perlu menyiapkan generasi muda yang kritis aktif, dan memiliki pemahaman mendalam tentang seluruh tahapan serta aturan kepemiluan”, papar perwakilan Bawaslu Jateng.
Melalui P2P, lanjut.Nur Kholik, diharapkan para peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan nilai demokrasi mulai dari pengawasan berbasis digital hingga pencegahan pelanggaran pemilu di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan P2P berlangsung di Aula Bawaslu Kabupaten Purbalingga dihadiri oleh jajaran Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring, Bawaslu Purbalingga serta perwakilan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Purbalingga.
Melalui kegiatan P2P Bawaslu Kabupaten Purbalingga optimis bahwa pembenihan kader pengawas melalui sinergi dengan berbagai elemen masyarakat khususnya Gerakan Pramuka, akan menjadi pondasi kuat bagi terwujudnya Pemilu 2029 yang demokratis, berintegritas dan bermartabat di Kabupaten Purbalingga. (*)



















