- Pengaturan Giliran (Luring): Untuk sekolah yang masih memiliki sebagian ruang kelas yang layak pakai, seperti di SMA Negeri 1 Batang di mana 15 dari 21 ruang kelas masih bisa digunakan, sekolah diarahkan mengatur KBM secara bergiliran antara sesi pagi dan siang.
- Tenda Sekolah Darurat: Pemerintah telah menyiapkan dan akan mendistribusikan total 74 buah tenda sekolah darurat untuk menggantikan ruang kelas yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 25 tenda telah siap didistribusikan ke wilayah paling terdampak.
- Pembelajaran Daring dan Peliburan Sementara: Pembelajaran daring juga diterapkan sebagai alternatif, sementara beberapa sekolah terpaksa meliburkan siswa untuk sementara waktu demi memastikan keselamatan mereka.
Mengenai jadwal akademik krusial, seperti Ujian Akhir Semester (UAS), Mendikdasmen secara tegas menolak adanya arahan penundaan yang seragam secara nasional.
“Tidak ada arahan penundaan yang seragam. Dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota memiliki kewenangan penuh karena mereka paling memahami kesiapan sekolah dan kondisi warga belajar,” jelas Menteri Mu’ti.
Keputusan ini memberikan otoritas penuh kepada daerah untuk menilai kesiapan fasilitas, psikologis siswa, dan kondisi logistik untuk menentukan apakah UAS dilaksanakan sesuai jadwal, ditunda, atau disesuaikan formatnya.
Selain dukungan pembelajaran, Kemendikdasmen juga mengalokasikan bantuan tanggap darurat untuk pemulihan fasilitas dan dukungan operasional, dengan data per 4 Desember 2025:













