Kebutuhan akan navigasi yang tahan gangguan membuat Pentagon mulai serius berinvestasi. Pada Agustus 2025, mereka meluncurkan program khusus untuk meningkatkan ketahanan sensor kuantum, sekaligus mengantisipasi perang elektronik Rusia dan China yang semakin maju.
Q-CTRL menjadi salah satu perusahaan yang dipilih, disamping Safran Federal Systems dan sejumlah pengembang sensor strategis lain di AS.
Namun tantangan teknis masih besar. Sensor kuantum sangat sensitif terhadap getaran, interferensi elektromagnetik, hingga perubahan lingkungan dalam aplikasi dunia nyata. “Teknologi ini harus mampu bertahan dari kondisi ekstrem medan perang,” kata Yuval Cohen, peneliti Q-CTRL.
Hasil Uji Coba: Lebih Akurat dari Navigasi Inersia
Dalam uji terbang sejauh 80 mil, sensor magnetik Q-CTRL mencatat deviasi hanya sekitar 620 kaki dari posisi sebenarnya—lebih baik 10 kali lipat dibanding sistem navigasi inersia modern.
Yang menarik, tingkat kesalahan tidak bertambah selama penerbangan, salah satu kelemahan terbesar teknologi navigasi non-satelit saat ini.













