Laser menembakkan sinyal ke atom dalam bentuk gas.
Atom merespons perubahan medan magnet.
Data tersebut dibandingkan dengan peta magnetik Bumi.
Hasil akhirnya adalah koordinat lokasi tanpa bantuan satelit.
Pendekatan ini memanfaatkan sifat kuantum atom, yang secara teoritis mampu memberikan akurasi sangat tinggi. Teknologi semacam ini dinilai bisa membantu drone tempur, pesawat, kapal perang, hingga kapal selam yang selama ini mengandalkan navigasi inersia sebagai cadangan GPS—yang diketahui kerap mengalami peningkatan error semakin jauh dari titik awal.
Dukungan Pentagon dan Perlombaan Teknologi Navigasi













