Kemampuan kognitif yang terbangun dari interaksi tersebut meliputi pemahaman kosakata, kemampuan berkomunikasi, serta perkembangan motorik dan mental. Dengan kata lain, sikap suportif ibu menjadi katalis bagi perkembangan otak anak di masa pertumbuhan.
Meski demikian, Dunkel menekankan bahwa efek dukungan ibu lebih dominan pada masa kanak-kanak, sementara di usia dewasa faktor genetika mengambil peran lebih besar. “Dukungan ibu mungkin tidak memengaruhi kecerdasan seseorang pada usia 40 tahun, tetapi jelas penting dalam membentuk fondasi perkembangan mereka sejak dini,” jelas Dunkel.
Faktor Lingkungan dan Temperamen Anak
Selain genetika, lingkungan awal tempat anak tumbuh juga berkontribusi besar. Dunkel menjelaskan fenomena Wilson effect, yaitu meningkatnya peran faktor keturunan seiring bertambahnya usia, namun pada usia dini lingkungan memiliki pengaruh lebih kuat.













