Kejanggalan muncul saat diketahui bahwa pengadaan material tersebut diduga ditalangi oleh oknum pegawai UPJI berinisial SG.
“Warga setempat yang juga berprofesi sebagai sopir truk, LY, menyatakan dalam Vidio bahwa harga tersebut jauh di atas standar pasar”
“Harga pasaran batu krosok itu kisaran Rp850 ribu per dump truck. Kalau sampai ke Desa Wisnu mencapai Rp1,2 juta, itu tidak lazim,” ungkap LY.













