“Tidak akan mengulangi perbuatan yang menyimpang dan akan mengakhiri hubungan yang selama ini terjalin. Bersedia pindah domisili keluar dari Kelurahan Purwoharjo apabila terbukti mengulangi perbuatan yang menyimpang,” ucapnya saat membacakan isi dokumen tersebut.
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa, 7 Juli 2026, Lurah Purwoharjo, Sugeng Sugiharto, membenarkan adanya insiden penggerebekan yang sempat memicu kerumunan massa di wilayahnya tersebut. Ia menyatakan bahwa identitas kedua pria di dalam video itu memang benar adalah warganya sendiri.
“Ya, itu memang benar. Kedua pria tersebut merupakan warga Kelurahan Purwoharjo,” terang Sugeng secara singkat saat dihubungi CMI News, Selasa (7/7/2026).
Menyikapi polemik yang terjadi, Sugeng berharap agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan masyarakatnya. Di sisi lain, ia juga memberikan imbauan keras dan catatan tebal agar warga masyarakat tidak mudah tersulut emosi dan selalu menghindari aksi main hakim sendiri yang berpotensi melanggar hukum.
“Kami berharap ke depannya warga itu tidak serta merta melakukan tindakan-tindakan yang tidak kami inginkan. Karena bagaimanapun juga mereka adalah warga kami, dan selaku aparatur kelurahan kami ingin mengayomi semua pihak,” tegas Sugeng.
Guna menghindari kejadian serupa warga setempat beramai-beramai mesang baner disetiap gang maupun jalan utama sebagai bentuk penolakan keras atas bahaya LBGT.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait ada atau tidaknya unsur tindak pidana tertentu dalam peristiwa penggerebekan tersebut. Berdasarkan situasi kondusif terakhir, penyelesaian perkara saat ini difokuskan melalui jalur mediasi sosial dan pengawasan komitmen lewat surat pernyataan yang telah disepakati bersama di Mapolsek Comal.











