
Pemalang – Proyek pemeliharaan saluran drainase di RW 01, Kelurahan Kebondalem, Kabupaten Pemalang, menuai sorotan warga. Proyek yang dibiayai APBD Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2025 senilai Rp179.608.045,50 ini dikerjakan oleh CV Karya Satria dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender.
Pantauan di lapangan, pekerjaan saluran yang masih dalam tahap pengerjaan tampak asal jadi. Kualitas pasangan beton terlihat kurang rapi, bahkan beberapa bagian saluran sudah dipenuhi tanah galian yang berpotensi menyumbat fungsi drainase. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan masyarakat terkait kualitas pekerjaan yang dilakukan kontraktor.
“Kalau dibiarkan seperti ini, saluran tidak akan berfungsi maksimal. Uang rakyat jangan sampai terbuang sia-sia,” keluh salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Papan proyek yang terpasang menunjukkan kegiatan ini berada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pemalang, dengan nomor kontrak 000.7/2056/DISPERKIM 2025 tertanggal 25 Juli 2025.
Warga berharap pihak terkait, terutama dinas teknis dan inspektorat, segera turun tangan untuk melakukan pengawasan ketat. Transparansi anggaran dan mutu pembangunan harus dipastikan agar proyek benar-benar memberikan manfaat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana CV Karya Satria maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemalang belum memberikan keterangan resmi terkait kualitas pekerjaan tersebut.






