Yudas Tebai juga memberikan pesan mendalam tentang relevansi aturan adat dalam kehidupan modern. Ia mengingatkan bahwa tanpa fondasi budaya yang kuat, kemajuan fisik atau jabatan tidak akan memiliki makna yang berkelanjutan.
“Saya bisa menjadi Bupati hari ini karena saya berdiri di atas pondasi budaya. Jika dasar budaya tidak ada, maka segala usaha kita akan percuma dan tidak akan kuat. Biarkan kita berjalan ke mana pun, namun jangan pernah meninggalkan akar kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya mematuhi norma-norma adat sebagai pedoman hidup, baik bagi individu maupun organisasi, termasuk gereja.
“Jika kita bergabung dalam organisasi apapun, gereja manapun, atau komunitas apapun, jika dasar budayanya tidak ada, itu semua sia-sia. Oleh karena itu, jika aturan adat melarang sesuatu, maka kita wajib mematuhinya. Melanggar aturan adat sama saja dengan menjerat diri sendiri, merugikan organisasi, dan merusak tatanan sosial kita,” jelasnya.
















