Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
PemalangPendidikan

DEKONSTRUKSI MARTABAT GURU; SEBUAH KISAH PILU MENJELANG PERINGATAN HARI GURU

×

DEKONSTRUKSI MARTABAT GURU; SEBUAH KISAH PILU MENJELANG PERINGATAN HARI GURU

Sebarkan artikel ini
Gambar ini akan berusaha menangkap nuansa ironi, perjuangan, dan ketidakadilan yang dialami guru honorer di tengah perayaan Hari Guru. (Gemini Ai)

Namun disanalah ada wajah-wajah yang setiap hari semangat meskipun perih tetap membimbing anak didiknya didepan kelas dan berusaha mencerdaskan generasi penerus bangsa, namun tidak diakui dalam sistem sebagai guru yang sah.

Sungguh ini merupakan tamparan keras pada momen Hari Guru Nasional 2025. Bagaimana mungkin pemerintah mengaku menghormati martabat guru sementara hak-hak kami masih digantung? Bagaimana slogan “Bergerak Bersama Mewujudkan Merdeka Belajar” dapat bermakna jika keberadaan guru saja belum benar-benar Merdeka untuk diakui? Kami sebagai guru tidak meminta Istimewa.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

 

Kami hanya ingin diperlakukan layak yakni diakui, dihargai dan diberikan hak yang yang telah kami perjuangkan dan dedikasikan bertahun-tahun. Karena tanpa guru tidak akan pernah ada perayaan apapun, dan tidak aka nada generasi bangsa yang mampu menjunjung tinggi peradaban.

Hari Guru Nasional seharusnya bukan hanya menjadi perayaan formal melainkan cermin untuk menilai sejauh mana konstitusional dan pemerintah daerah benar-benar menempatkan martabat guru pada posisi terhormat.









error: