“Ini bagian penting dari program ini. Anak-anak dan penerima manfaat bisa makan bergizi gratis, sementara orang tuanya bekerja di sini,” ujar Nurkholes.
Sebanyak 67 relawan dan staf inti yang mengoperasikan dapur ini bukanlah tenaga kerja dari luar daerah. Mereka adalah warga Desa Kauman dan desa-desa sekitarnya. Strategi ini memberikan dua manfaat sekaligus: orang tua mendapatkan penghasilan atau pemberdayaan, sementara anak-anak mereka mendapatkan asupan gizi standar tinggi secara cuma-cuma.
Salah satu poin krusial yang membuat SPPG 02 ini istimewa adalah komitmennya terhadap rantai pasok lokal. Bahan baku masakan—mulai dari beras, sayur-mayur, hingga sumber protein—seluruhnya dibelanjakan di wilayah Kabupaten Pemalang.
Konsep ekonomi sirkular ini memastikan bahwa anggaran negara tidak “lari” ke luar daerah, melainkan berputar di pasar-pasar lokal dan petani tradisional Pemalang. Efek dominonya jelas:













