Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Purwokerto

Bukan Sekadar Aksi: Boikot Produk Israel di Purwokerto, Edukasi hingga Nonton Film Gaza

×

Bukan Sekadar Aksi: Boikot Produk Israel di Purwokerto, Edukasi hingga Nonton Film Gaza

Sebarkan artikel ini
Bukan Sekadar Aksi: Boikot Produk Israel di Purwokerto, Edukasi hingga Nonton Film Gaza
Bukan Sekadar Aksi: Boikot Produk Israel di Purwokerto, Foto: RRI)

Purwokerto, Banyumas – Ratusan warga dari beragam lapisan masyarakat memadati Alun-alun Purwokerto pada Sabtu (14/6/2025) sore. Bukan sekadar berkumpul, mereka menyatukan suara dalam sebuah kampanye boikot produk pro-Israel yang tak hanya berhenti pada orasi, namun merambah ke edukasi mendalam hingga pemutaran film bertema Gaza.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB ini berhasil menarik partisipasi dari berbagai organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, dan Al Irsyad, menunjukkan luasnya dukungan terhadap isu Palestina di Banyumas.

Fajar Kurniawan, koordinator aksi, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat agar lebih kritis dan sadar terhadap dampak konsumsi produk-produk yang terafiliasi dengan kepentingan Israel. “Begitu banyak produk yang selama ini kita konsumsi, ternyata sebagian keuntungannya digunakan untuk membiayai perang dan penindasan terhadap rakyat Palestina,” ujarnya tegas.

Fajar juga menekankan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari seruan moral yang sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait boikot produk yang secara langsung atau tidak langsung mendukung agresi Israel ke Palestina. “Di mana pun kita berada, kita harus mulai memilih produk yang tidak terafiliasi dengan penjajahan,” tuturnya.

Lebih dari sekadar unjuk rasa biasa, aksi sore itu dirancang dengan rangkaian kegiatan yang komprehensif. Setelah orasi dan edukasi, peserta diajak untuk doa bersama di sekitaran alun-alun, mengukuhkan dimensi spiritual dari gerakan ini. Puncaknya, aksi dilanjutkan dengan nonton bareng film bertema Gaza di salah satu bioskop di Purwokerto, memberikan perspektif visual dan emosional yang kuat kepada para peserta.

“Ini adalah aksi keempat yang kami lakukan. Tujuan utamanya tentu mendukung Palestina, baik melalui edukasi, boikot, maupun doa,” ungkap Fajar, menggambarkan konsistensi dan komitmen gerakan mereka.

Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi dampak boikot terhadap tenaga kerja lokal di perusahaan besar, Fajar memberikan pandangan visioner. Ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan UMKM. “Mantan karyawan justru bisa jadi pengusaha baru, membangun ekonomi bangsa dari bawah, dan tidak lagi tergantung pada perusahaan asing,” katanya, menawarkan solusi konkret bagi tantangan tersebut.

Aksi ini, menurut Fajar, adalah simbol kuat solidaritas masyarakat Banyumas untuk Palestina, sekaligus ajakan bagi setiap konsumen untuk menjadi lebih bijak dalam memilih produk yang mereka gunakan sehari-hari. Ini bukan hanya tentang penolakan, tetapi juga tentang pembangunan kesadaran dan kemandirian ekonomi.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights