Upaya Penyelesaian oleh BTN
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menjelaskan bahwa masalah ini sudah diidentifikasi sejak 2019. BTN, bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN, telah menyelesaikan sekitar 80 ribu sertifikat bermasalah dengan menggunakan sumber daya dan biaya internal. Namun, masih terdapat 38 ribu sertifikat dari 4.000 proyek rumah yang belum terselesaikan.
“Kami menargetkan penyelesaian 15 ribu sertifikat pada 2024 dan 2026, serta menyelesaikan seluruhnya pada akhir 2027,” ujar Nixon. Ia juga menyebut bahwa sebagian besar kasus melibatkan sengketa hukum, seperti tumpang tindih kepemilikan tanah.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Sistem Peringkat Developer dan Notaris
Untuk mencegah kejadian serupa, BTN kini menerapkan sistem peringkat bagi developer, mulai dari platinum, gold, silver, hingga tanpa peringkat. Sistem ini juga berlaku untuk notaris yang bekerja sama dengan BTN. Developer dan notaris dengan peringkat buruk menjadi fokus evaluasi, karena cenderung terlibat dalam masalah sertifikat.
Saluran Pengaduan bagi Nasabah
BTN telah membuka saluran pengaduan di nomor 15286 untuk masyarakat yang menghadapi masalah serupa. “Kami juga menyiapkan langkah hukum terhadap developer dan notaris yang terlibat,” tegas Nixon.
Komitmen BTN
BTN berkomitmen untuk melindungi masyarakat dan memastikan sertifikat KPR diselesaikan tepat waktu. Langkah ini diharapkan memberikan rasa aman kepada nasabah sekaligus mendorong pengembang untuk bertanggung jawab. Erick Thohir juga menekankan pentingnya sinergi antarbank Himbara dalam menangani masalah ini agar tidak terulang di masa depan.










