Jakarta, CMI News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini serius bagi masyarakat dan pelaku pelayaran di pesisir selatan Jawa dan Sumatera. Wilayah Samudra Hindia di selatan kedua pulau besar ini diprediksi akan dilanda gelombang tinggi kategori BAHAYA yang berpotensi mencapai 4.0 meter.

Peringatan ini berlaku selama empat hari, mulai dari 9 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga 12 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.

Peningkatan ekstrem tinggi gelombang di perairan selatan Jawa dan Sumatera merupakan dampak tidak langsung dari keberadaan Bibit Siklon 91S yang terdeteksi di Samudra Hindia Barat Daya.

Fenomena ini menguatkan pola angin di wilayah selatan Indonesia, yang umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan yang signifikan. Kecepatan angin yang tinggi inilah yang menjadi pemicu utama terbentuknya gelombang besar dan berbahaya di perairan terbuka (Samudra Hindia).

BMKG menekankan bahwa potensi gelombang tertinggi (2.5 hingga 4.0 meter) terkonsentrasi di wilayah Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Sumatera dan selatan Pulau Jawa.

Wilayah dengan risiko tertinggi adalah: Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Natuna Utara (Sebagai wilayah perairan terpisah dengan risiko tinggi).

Peringatan Keselamatan: Wilayah ini masuk kategori BAHAYA. Kapal Ferry, yang sensitif terhadap gelombang di atas 2.5 meter dan kecepatan angin 21 knot, diimbau keras untuk menunda pelayaran.

Meskipun tidak mencapai 4.0 meter, beberapa perairan di pesisir selatan Jawa juga masuk dalam kategori WASPADA dengan potensi gelombang tinggi sedang (1.25 – 2.5 meter): Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Banten, dan Samudra Hindia barat Lampung.

Imbauan: Nelayan dan operator kapal kecil disarankan untuk tidak melaut dan memantau kondisi cuaca secara berkala. Perahu nelayan berisiko tinggi jika gelombang melebihi 1.25 meter.

BMKG meminta seluruh pihak, terutama yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pelabuhan dan pantai selatan, untuk selalu memantau informasi resmi dan memprioritaskan keselamatan.