10. Elang Mahkota Teknologi (EMTK) – Rp26,04 miliar
Aksi jual asing terhadap sejumlah saham besar di tengah net buy jumbo mengindikasikan adanya rotasi portofolio.
Pelaku global tampak memindahkan alokasi dari saham defensif ke sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi menjelang akhir tahun.
Pergerakan ini juga sejalan dengan dinamika global—terutama setelah The Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga 25 basis poin.
Kondisi tersebut memberi sinyal pelonggaran moneter yang bisa mendorong minat terhadap aset berisiko di emerging markets, termasuk Indonesia.
Namun, pelepasan saham seperti BBRI, TLKM, dan BBNI juga menunjukkan bahwa investor asing tengah melakukan profit taking terbatas setelah periode reli yang cukup panjang di sektor perbankan dan telekomunikasi.
Investor Domestik Perlu Cermati Pola Ini
Meski IHSG kembali menguat, investor lokal disarankan tetap berhati-hati.
Kenaikan indeks kali ini masih didorong oleh aliran dana asing di segmen tertentu, bukan oleh sentimen fundamental yang merata.
Fokus ke depan akan tertuju pada laporan keuangan kuartal III emiten besar serta respons pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter di kuartal IV 2025. Sektor konsumsi dan komoditas bisa menjadi sorotan, seiring proyeksi stabilisasi inflasi dan potensi rebound harga bahan mentah.













