Sepanjang 2025, OJK menerima lebih dari 15.000 laporan, dengan kerugian mencapai Rp 605 juta.
Di akhir tahun, modus yang juga perlu diwaspadai adalah penipuan berkedok hadiah dan penggalangan donasi. Pelaku biasanya meminta data pribadi korban dengan alasan administrasi.
OJK mencatat ada 17.775 laporan terkait modus ini dengan kerugian lebih dari Rp 226 juta.
Kiki mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada, terutama saat menerima pesan dari pihak yang mengatasnamakan lembaga resmi.
“Kalau ada yang mengaku dari Dukcapil atau lembaga lain, tetap verifikasi dulu. Jangan langsung percaya karena modusnya makin variatif,” tegasnya.













