
Pemalang, CMI News – Kenaikan harga bahan pokok masih terus terjadi di Comal, Jawa Tengah, bahkan setelah Lebaran Idul Fitri 1445 H. Harga bawang merah dan tomat terpantau mengalami lonjakan tinggi di sejumlah pasar tradisional salah satunya di pasar Comal.
Berdasarkan pantauan di Pasar Comal, harga bawang merah saat ini mencapai Rp65.000 per kilogram. Padahal, sebelum Lebaran harga masih berkisar di angka Rp25.000 per kilogram.
Pedagang dan Pembeli Soal Harga Bawang Merah dan Tomat
“Harga bawang merah naik drastis setelah Lebaran. Sebelumnya masih Rp25.000, sekarang jadi Rp65.000. Laba kami jadi tipis,” ujar salah satu pedagang di Pasar Comal.
Hal senada juga diungkapkan oleh pembeli. “Harga bawang merah sekarang mahal sekali. Saya terpaksa membeli sedikit saja karena uangnya pas-pasan,” kata seorang ibu rumah tangga.

Kenaikan harga tomat juga tak kalah tinggi. Saat ini, harga tomat di Pasar Comal mencapai Rp25.000 per kilogram. Sebelum Lebaran, harga tomat masih berkisar di angka Rp10.000 per kilogram. Kenaikan harga ini membuat para pedagang dan pembeli mengeluh.
Kepala Pasar Comal, Ani Lestari mengungkapkan ” Bahwa kenaikan harga tomat yang paling mencolok, dari Rp 10 ribu melonjak menjadi Rp 25 ribu. Sementara itu, bawang merah yang sebelumnya berharga Rp 25 ribu, kini mencapai Rp 65 ribu. Kenaikan ini bukan hanya terjadi di Pemalang, tetapi juga di daerah lain.”
“Kami telah melaporkan kenaikan harga ini ke tingkat ke-Dinasan,” ucap Ani Lestari pada Kamis (25/4/2024). “Komoditas ini biasanya kami datangkan dari Brebes untuk bawang merah, dan Kalibening Pekalongan untuk tomat, sehingga harganya memang cenderung lebih tinggi saat sampai di sini.”
Meski terjadi kenaikan harga, permintaan untuk kedua komoditas tersebut tidak mengalami lonjakan pasca lebaran, menurut Kepala Pasar Comal.
Di tengah situasi pasar yang fluktuatif, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan larangan pemerintah terhadap impor bawang merah. Menurutnya, kenaikan harga bawang merah baru-baru ini disebabkan oleh banjir yang melanda sentra produksi, mengakibatkan gagal panen pada tanaman bawang merah milik petani.
“Bawang merah terkena dampak banjir baru-baru ini. Kami berharap minggu depan harganya akan turun kembali. Biasanya, setelah banjir, harga akan kembali normal dalam seminggu,” kata Zulkifli Hasan, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pedagang, seiring dengan upaya untuk stabilisasi harga dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat pasca lebaran.






