CMI News – Tekanan terhadap mata uang Asia kembali meningkat pekan ini. Rupiah menjadi salah satu korban, meski sempat menutup perdagangan Jumat (10/10/2025) dengan penguatan tipis 0,03% di level Rp16.545 per dolar AS. Secara mingguan, nilai tukar rupiah masih terkoreksi 0,09%, menandakan lemahnya daya tahan terhadap penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah mata uang utama Asia ikut tergelincir, mulai dari yuan China, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, yen Jepang, rupee India, baht Thailand, hingga dolar Singapura. Satu-satunya pengecualian adalah dong Vietnam, yang justru mencatatkan penguatan terhadap dolar AS sepanjang pekan.
Sentimen Utama: Kebijakan Perdagangan Trump
Nilai dolar AS terus menunjukkan dominasinya di pasar global. Indeks dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, melonjak 1,28% dalam sepekan, meskipun pada akhir perdagangan Jumat sempat terkoreksi 0,56% ke posisi 98,98.













