Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Berita

RI Banjir Pekerja Informal, Ini Analisis Purbaya soal Akar Masalahnya

×

RI Banjir Pekerja Informal, Ini Analisis Purbaya soal Akar Masalahnya

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

CMI News — Lonjakan jumlah pekerja informal kembali menjadi sorotan. Bank Dunia (World Bank) menilai, fenomena ini tak hanya menekan produktivitas nasional, tapi juga mengancam stabilitas kelas menengah yang selama ini menjadi penopang ekonomi.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2025, Bank Dunia mencatat banyak negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami penurunan kualitas lapangan kerja.

Fenomena ini disebabkan oleh pergeseran tenaga kerja dari sektor produktif, seperti pertanian dan industri, menuju sektor jasa berproduktivitas rendah — termasuk gig economy atau pekerjaan lepas berbasis platform digital.

“Banyak orang meninggalkan sektor pertanian berproduktivitas rendah, bukan menuju industri berproduktivitas tinggi, melainkan ke pekerjaan berproduktivitas rendah di sektor jasa, termasuk di dalamnya gig economy,” kata Aaditya Mattoo, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik.

Bank Dunia menilai, jika tren ini terus berlanjut, maka masyarakat kelas menengah di kawasan ini akan semakin rentan jatuh miskin. Produktivitas nasional pun dikhawatirkan stagnan akibat dominasi pekerjaan informal yang tidak memiliki kepastian penghasilan dan jaminan sosial.

Purbaya: Perlambatan Ekonomi Jadi Pemicu

























banner
error:
Verified by MonsterInsights