Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Teknologi

Menguak Rahasia Balik Layar Kenaikan Saham ADRO Cs: Kejutan Jumbo Menanti?

×

Menguak Rahasia Balik Layar Kenaikan Saham ADRO Cs: Kejutan Jumbo Menanti?

Sebarkan artikel ini

Saham-saham Grup ADRO, yakni ADRO, ADMR, dan AADI, dalam dua hari terakhir menjadi sorotan pasar dengan kenaikan yang signifikan. Peningkatan ini tak lepas dari sentimen kuat di sektor batu bara, terutama batu bara metalurgi. Namun, di balik pergerakan harga yang menarik ini, banyak yang bertanya-tanya, apakah ada sinyal aksi korporasi besar yang akan segera terjadi?

 

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

ADMR Melaju Kencang Berkat Inspeksi China

Kenaikan harga saham ADMR (Adaro Minerals Indonesia) menjadi pemicu awal yang paling mencolok. Lompatan ADMR dipicu oleh berita inspeksi tambang batu bara metalurgi di Tiongkok. Pemerintah Tiongkok melakukan pemeriksaan ketat di delapan provinsi, termasuk Shanxi yang menyumbang 30% produksi batu bara metalurgi negara tersebut. Inspeksi ini bertujuan mengecek potensi produksi melebihi kapasitas dan kepatuhan keselamatan.

Banyak tambang kecil yang tidak patuh akhirnya menghentikan produksinya, dan ini diperkirakan akan memangkas pasokan batu bara metalurgi secara signifikan. Dampaknya jelas: harga jual batu bara metalurgi melesat. Ditambah lagi, proyek bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Tibet juga diperkirakan akan meningkatkan permintaan baja hingga 3,5 juta-6 juta ton, yang berarti kebutuhan akan batu bara metalurgi pun ikut melonjak. Tak heran, pada perdagangan 22 Juli 2025, saham-saham terkait batu bara metalurgi seperti ADMR, UNTR, dan DOID kompak menguat.

 

ADRO Mengikuti Jejak Sang Anak Berkat Buyback dan Smelter

Kinerja apik ADMR tentu saja berimbas positif pada sang induk, ADRO (Adaro Energy Indonesia). Prospek ADMR yang membaik secara langsung akan mendorong kinerja konsolidasi ADRO. Namun, bukan cuma itu. ADRO juga telah merealisasikan aksi buyback saham jumbo senilai Rp3 triliun. Transaksi ini, yang dilakukan dari 24 Juni hingga 21 Juli 2025 dengan harga rata-rata Rp1.813 per saham, menunjukkan komitmen kuat ADRO terhadap nilai pemegang saham. Dengan sisa dana buyback kurang dari Rp1 triliun dari total persetujuan Rp4 triliun, pasar merespons positif langkah ini.

Selain itu, sentimen pembangunan smelter aluminium yang diperkirakan rampung pada September-Desember 2025 juga menjadi tenaga pendorong. Smelter ini bisa menjadi katalis jangka pendek bagi ADRO dan ADMR, sementara prospek ekspor listrik ke Singapura dan pembangkit listrik tenaga air pada 2028-2030 menjadi story jangka panjang yang menarik.

 

Kenaikan AADI yang Penuh Teka-teki: Aksi Korporasi

Yang paling menarik dan penuh spekulasi adalah kenaikan saham AADI (Adaro Allied Tbk). Kenaikan ini terasa cukup anomali mengingat korelasi AADI dengan ADMR tergolong jauh. AADI adalah penambang batu bara termal, dan pergerakan sektoral secara keseluruhan juga mix. Meskipun AADI juga telah mengantongi persetujuan untuk buyback saham maksimal Rp4 triliun, belum ada laporan transaksi realisasi buyback yang tercatat hingga saat ini.

Lalu, apa yang memicu kenaikan AADI? Banyak yang menduga ada potensi aksi korporasi yang akan segera diumumkan. Spekulasi ini diperkuat dengan fakta bahwa laporan keuangan kuartal II/2025 AADI (beserta ADRO dan ADMR) akan ditelaah terbatas. Biasanya, penelaahan terbatas seperti ini dilakukan ketika ada rencana korporasi penting, seperti rights issue, akuisisi, penerbitan obligasi, atau permintaan khusus dari OJK.

Sebelumnya, AADI dan tambang batu bara kalori menengah-rendah sempat menerima sentimen negatif karena Tiongkok beralih ke batu bara kalori tinggi. Namun, sentimen ini dinilai jangka pendek karena Tiongkok mengurangi impor bukan karena konsumsi berkurang, melainkan karena pasokan domestik yang melimpah. Dengan kata lain, masalahnya bukan pada permintaan, melainkan pada supply di dalam negeri Tiongkok.

Kenaikan saham ADRO, ADMR, dan AADI saat ini mungkin masih dalam rentang jangka pendek. Namun, jika ada aksi korporasi besar dan signifikan yang terungkap, bukan tidak mungkin tren kenaikan ini akan berlanjut dan menjadi pemicu rally yang lebih panjang. Mirip dengan tahun lalu, saat ADRO naik perlahan di bulan Juli sebelum mengumumkan rencana spin-off.

Apakah ada kejutan jumbo yang menanti dari Grup ADRO? Penelaahan terbatas laporan keuangan kuartal kedua untuk ketiga perusahaan ini menjadi kunci yang patut kita nantikan. Ini bisa jadi pertanda awal dari langkah strategis yang akan membentuk arah pergerakan saham mereka di masa depan.

 

Semua itu bisa didapatkan dengan gabung Mikirsaham, Join sekarang dengan klik di sini









error:
Verified by MonsterInsights