Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
PemalangPeristiwa

Heboh! Usai Nobar Timnas, Suporter Serbu Pemda Pemalang Bawa Spanduk #SavePSIP: “Kami Rindu PSIP Bangkit Lagi!

×

Heboh! Usai Nobar Timnas, Suporter Serbu Pemda Pemalang Bawa Spanduk #SavePSIP: “Kami Rindu PSIP Bangkit Lagi!

Sebarkan artikel ini
#SAVEPSIP

Pemalang, 5 Juni 2025 — Malam yang semula penuh semangat nasionalisme dan euforia kemenangan Timnas Indonesia atas China dalam laga kualifikasi Piala Dunia berubah dramatis menjadi ajang curahan hati yang menggugah.

Bertempat di depan Pendopo Pemalang, nobar (nonton bareng) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan ratusan masyarakat berlangsung semarak sejak pukul 20:45 WIB. Teriakan dukungan dan nyanyian untuk Garuda menggema di tengah keramaian yang membanjiri area tersebut.

Namun, suasana hangat itu seketika berubah menjadi penuh haru dan ketegangan selepas peluit panjang dibunyikan.

Saat acara bagi-bagi doorprize dari Pemkab Pemalang tengah berlangsung, sekelompok suporter PSIP Pemalang secara tiba-tiba maju ke depan kerumunan. Dengan penuh semangat dan air mata, mereka membentangkan spanduk bertuliskan #SavePSIP dan #WhereAskabKoni. Sorotan mata langsung tertuju pada mereka—sebuah pemandangan yang menggetarkan hati.

Kami rindu melihat PSIP bertanding, bukan sekadar nama yang tenggelam dalam sunyi!” teriak salah satu suporter dengan suara bergetar.

Spanduk yang mereka bentangkan tak hanya memuat tuntutan, tetapi juga jeritan hati warga yang merasa kehilangan identitas kebanggaannya. PSIP Pemalang, klub sepak bola legendaris yang dahulu menjadi simbol kejayaan kota ini, kini seperti tenggelam tanpa kabar, mati suri dalam diam.

Ratusan suporter PSIP Pemalang mendekat ke arah panggung utama, memohon agar Pemkab, Askab PSSI, dan KONI Pemalang segera mengambil langkah konkret menghidupkan kembali PSIP. “Di saat Timnas bangkit, kami juga ingin PSIP bangkit! Jangan biarkan mimpi anak-anak Pemalang terkubur tanpa lapangan!

Aparat keamanan sigap mengamankan situasi agar tetap kondusif, sementara Bupati Pemalang terlihat menenangkan massa. “Kami mendengar suara kalian. Mari kita duduk bersama mencari solusi untuk PSIP,” ujarnya singkat, namun penuh makna.

Aksi mendadak ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, bahkan tagar #SavePSIP sempat menjadi trending di berbagai platform medi sosial wilayah Pemalang Jawa Tengah. Banyak warga menyatakan dukungan agar klub sepak bola kebanggaan Pemalang itu tidak terus-menerus terbenam dalam ketiadaan.

Malam itu, lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, yang terjadi adalah pertarungan batin antara kenangan dan harapan. Suara suporter bukan sekadar teriakan, tapi jeritan hati generasi yang tak ingin kehilangan kebanggaannya.

Akankah PSIP kembali hidup? Ataukah akan terus jadi legenda yang tak pernah dibangkitkan?

Pewarta : Putu Pesa Nugraha





















banner
error:
Verified by MonsterInsights