Pemalang – Hujan deras mengguyur di wilayah Kabupaten Pemalang dan sekitarnya. Hingga membuat Sungai Comal meluap, pada Minggu, (4/2/2024)

Akibat hujan deras tersebut, membuat beberapa di wilayah Kabupaten Pemalang terendam banjir. Salah satunya di Desa Pesantren.

Desa Pesantren terletak dekat dengan di pesisir pantai, sehingga bisa dikatakan menjadi langganan banjir. Tak hanya itu, banjir juga di akibatkan oleh pasangnya air laut.

Meluapnya air sungai Comal, merendam sekitar 555 rumah yang terdiri dari 1542 kepala keluarga (KK) pada Senin (5/2). Ketinggian air mencapai sekitar 20 hingga 100cm.

Kepala Desa Pesantren Nurokhim, menyampaikan Saat ini warga berharap bantuan dari pihak terkait.

Meskipun belum ada pengungsian secara terpusat, sebagian warga memilih untuk mengungsi ke rumah yang lebih tinggi atau rumah tetangga dan saudara untuk menghindari bahaya banjir.

Namun demikian, warga tetap optimis bahwa mereka dapat menghadapi bencana yang melanda wilayah mereka, ujar Kades

Sementara itu, Serda Abdul Asbah Babinsa setempat menyampaikan ” Dalam menghadapi bencana ini, bantuan telah tersedia dari instansi terkait.

Seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dengan mendirikan dapur umum, hal ini sangat membantu warga.

Kami jajaran Koramil 05/Ulujami dan Polsek Ulujami, PBD bersama PMI Kabupaten Pemalang. Bekerja sama dalam mengevakuasi warga yang terdampak banjir, terutama warga yang terdampak mayoritas yang tinggal dekat pinggiran sungai.

Warga dievakuasi ke Pos pengungsian, agar dapat diambil tindakan yang tepat dalam menghadapi bencana ini. Jelas Serda Abdul Asbah

Kebersamaan dan kerja sama dari pihak-pihak terkait dan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi banjir ini.

Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus berperan aktif dalam membantu korban banjir dan menyerukan pemerintah untuk memberikan bantuan yang tepat dan efektif.

Semoga bencana banjir di Desa Pesantren segera berakhir, serta warga dapat kembali hidup dalam keadaan yang aman dan tenteram.

Saat sulit seperti mari kita saling membantu dan bergandengan tangan dalam menghadapi masalah yang kita hadapi. Tutupnya