PEMALANG, CMI News – Dugaan kasus perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa kelas 7B di SMP Negeri 1 Pemalang berinisial N, kini telah menemui titik terang. Permasalahan yang sempat memicu kekhawatiran orang tua tersebut dinyatakan selesai secara kekeluargaan setelah dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah.
Orang tua korban, N, mengonfirmasi kepada CMI News, padaa Kamis (5/2), bahwa persoalan yang terjadi sebenarnya dipicu oleh keusilan rekan sebaya, bukan merupakan aksi perundungan sistematis. Saat ini, kondisi telah kondusif dan siswa yang bersangkutan sudah kembali beraktivitas di sekolah seperti biasa.
“Alhamdulillah permasalahan sudah selesai, permasalahan sepele kok. Ini hanya karena keusilan teman-teman anak sekolah saja. Permasalahan terselesaikan secara kekeluargaan dan anak juga sudah masuk sekolah,” ujar orang tua N kepada media, Kamis (5/2/2026).
Tanggapan Pihak Sekolah
Meski masalah telah tuntas, pihak Bimbingan Konseling (BK) SMPN 1 Pemalang sempat menyayangkan munculnya pemberitaan sebelum adanya klarifikasi menyeluruh. Menurut orang tua N, guru BK menilai seharusnya koordinasi internal didahulukan sebelum informasi tersebut dikonsumsi publik.
“Guru BK-nya menyayangkan dengan langsung upload berita, menurut beliau seharusnya jangan di-upload berita dulu (sebelum dikonfirmasi),” tambah orang tua korban kepada CMI News.
Pihak redaksi CMI News berupaya menghubungi kembali pihak sekolah, namun Kepala Sekolah belum merespon.
Pihak sekolah memastikan bahwa lingkungan belajar di SMPN 1 Pemalang tetap aman dan harmonis. Kejadian ini menjadi momentum bagi sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antar siswa agar “keusilan” serupa tidak terulang kembali.
Sebelumnya diberitakan : Diduga Jadi Korban Perundungan di SMPN 1 Pemalang, Wajah Siswa Dicoret Tinta dan Alami Intimidasi
Catatan Redaksi:
Pemberitaan mengenai dinamika di lingkungan sekolah ini diunggah bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk fungsi edukasi dan pengawasan publik.
Redaksi CMI News memandang pentingnya perhatian kolektif dari pihak sekolah, orang tua, maupun masyarakat dalam memantau interaksi anak di sekolah. Hal ini bertujuan agar setiap potensi gangguan fisik maupun psikis pada siswa dapat terdeteksi dan tertangani sedini mungkin demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan ramah anak.












